5 Faktor Sebelum Membeli Produk Kecantikan

Produk kecantikan seperti skincare, body care hingga hair care dengan segala formulanya beredar di pasaran. Produk-produk tersebut hadir di toko kecantikan, klinik kecantikan, salon kecantikan, mall hingga marketplace. Hal ini menunjukkan bahwa industri kecantikan diminati oleh masyarakat Indonesia; khususnya perempuan.

Namun, persaingan bisnis kosmetika begitu ketat. Lantaran, berbagai merek dengan fungsi dan formula yang sama dijual di tempat yang sama. Sehingga ada berbagai pertimbangan pembeli sebelum melakukan transaksi. Oleh karena itu, ini merupakan tantangan bagi produsen kosmetik agar produknya dipercaya oleh pengguna kosmetik di Indonesia.

Ada beberapa faktor yang menjadi pertimbangan konsumen sebelum menentukan pilihannya. Berikut pertimbangan konsumen sebelum membeli produk kecantikan:

  1. Mengenali Jenis Kulit

Setiap orang memiliki tekstur kulit yang berbeda-beda. Hal ini membuat pengguna kosmetik memilih metode perawatan kulit yang tepat. Ada lima macam jenis kulit seseorang terdiri dari kulit kering, kulit berminyak, kulit normal, kulit sensitif dan kulit kombinasi.

Kulit kering cenderung kasar, bersisik, dan terasa gatal. Kulit berminyak memiliki pori-pori terbuka sehingga sering timbul jerawat dan komedo di kulit. Selanjutnya, kulit normal memiliki tekstur lembut dan halus secara merata.

Kulit sensitif biasanya ditandai dengan kemerahan pada kulit, perasaan kulit terbakar, kulit kering dan kadang gatal pada kulit. Terakhir, kulit kombinasi umumnya berminyak pada dagu, dahi dan hidung.

  1. Manfaat Produk

Selain mengenali jenis kulit, manfaat produk pun dijadikan bahan pertimbangan. Pengguna produk kecantikan akan menyesuaikan manfaat produk dengan sesuatu yang dibutuhkan. Namun ketika di hadapkan banyak brand kosmetik dengan manfaat yang sama; rata-rata pengguna kosmetik akan memilih produk yang pernah dibeli sebelumnya.

  1. Kandungan Produk

Tak hanya itu, kandungan di dalam produk pun akan menjadi bahan pertimbangkan. Karena setiap manusia memiliki jenis kulit berbeda sehingga kandungan produk pun harus diperhatikan juga. Sebab, jika kulit kita menggunakan produk kecantikan yang di dalamnya ada kandungan yang berbahaya akan merusak kulit kita. Ataupun kandungan produk memicu alergi kita bagi yang memilikinya.

  1. Rekomendasi Orang Terdekat

Selain dari ketiga faktor tersebut, orang terdekat seseorang mempengaruhi tindakan pembelian, lho. Sebab, mereka sudah saling mengenal satu sama lain sehingga belum tentu orang tersebut akan menyesatkan orang terdekatnya. Sehingga ia akan memberikan informasi produk yang pernah digunakannya kepada orang terdekat tersebut.

  1. Membeli di Official Store

Setelah ke empat faktor dilalui, yang terakhir itu membeli di official store atau produsen produk kecantikan tersebut. Pada biasanya, seseorang memiliki khawatir yang tinggi terhadap produk yang dijual di pasaran. Hal ini karena maraknya produk produk palsu sehingga lebih baik dan aman membelinya di official store atau produsen produk kecantikan tersebut.

Cara Menjadi Reseller Kosmetik

Di masa pandemi saat ini, banyak para pekerja terkena dampak pengurangan karyawan, fresh graduate kesulitan mencari kerja hingga ada yang mulai stress akibat masalah yang harus dihadapi.

Sebagian dari mereka memilih untuk berjualan secara online. Sebab, tak bisa dipungkiri lagi, kemajuan teknologi memberikan kemudahan; termasuk dalam jual beli barang. Misalnya mengambil kesempatan jadi Reseller.

Reseller merupakan salah satu berjualan tanpa harus mengeluarkan biaya yang besar. Pada dasarnya menjadi reseller hanya sesuai kesepakatan antara supplier dengan reseller terhadap nilai jual produk. Biasanya reseller akan mendapatkan harga lebih murah dibandingkan harga di pasaran.

Menjadi seorang reseller hanya perlu sedikit modal untuk memiliki stock produk demi menjaga persediaan barang. Sebab, pada biasanya para user marketplace akan melihat ke beberapa toko dan produk, bilamana stock produk kita habis terus-menerus, maka user akan pindah ke toko lain.

Oleh karena itu, untuk menjadi reseller harus berhati-hati dalam memilih produknya. Sebab, tak semua produk memiliki growth yang sesuai keinginan kita. Kita bisa memulainya dengan jenis produk yang memiliki pertumbuhan signifikan, misalnya produk kecantikan.

Berdasarkan data, di tengah pandemi, produk kecantikan naik 7 persen dari tahun sebelumnya. Hal ini karena adanya perubahan gaya hidup masyarakat. Adapula yang beranggapan bahwa menjadi cantik adalah keharusan bagi perempuan. Oleh karena itu, produk kecantikan seperti body lotion, serum, skincare, body shower, lip cream, hair serum dan jenis lainnya ramai jadi pembicaraan. Adapun cara untuk menjadi reseller pada suatu produk:

  1. Cari supplier yang tepat

Mencari supplier itu seperti cari jodoh. Pencarian ini memang susah-susah gampang, karena supplier yang tepat akan memudahkan Anda dalam menerima dan menjual produk. Tak hanya itu, kelayakan, kualitas produk, komunikasi dan kecepatan tanggapan dari supplier menjadi faktor penting dalam menjalani reseller.

Sehingga nantinya, bisnis reseller Anda tidak merugikan orang lain atau tidak percaya oleh publik, karena supplier tidak bertanggung jawab atau tidak peduli terhadap resellernya.

Supplier produk kecantikan yang tepat seperti PT Cressindo Kusuma. Produsen kosmetik yang memiliki pabrik di Jakarta Utara membuka kesempatan untuk masyarakat. Bagi publik yang ingin menjadi reseller dapat menghubungi kontak person kami.

  1. Berikan Pelayanan Terbaik

Meskipun menjadi reseller produk orang lain, akan tetapi kita harus tetap berikan pelayanan terbaik ke para pelanggan. Pelayanan terbaik akan mempertahankan kepercayaan para konsumen Anda dan membuat konsumen Anda tidak pergi ke toko lainnya. Salah satu cara memberikan pelayanan terbaik dengan menanggapi pesanan calon konsumen dengan cepat tanggap dan penuh keramahan.

  1. Membuat Rencana Promosi

Selain mencari supplier dan pelayanan, Anda juga perlu membuat rencana promosi untuk toko Anda. Hal ini untuk menggaet konsumen baru dan mempertahankan konsumen lama. Misalnya dengan menentukan waktu promosi, skema promosi dan produk yang dipromosikan.

Selain itu, agar promosinya berjalan efektif, tidak ada salahnya untuk memasarkan produk Anda dengan pasang iklan di media sosial. Semakin banyak orang mengetahui promosi produk Anda, maka semakin besar peluang dibeli oleh konsumen.

  1. Melakukan Evaluasi Penjualan

Setiap penjualan produk baik dari promosi atau tidak itu harus dilakukan secara berkala. Misalnya setiap bulan sekali atau dua minggu sekali. Hal ini dilakukan untuk mengembangkan bisnis Anda; produk mana yang laris dan tidak laris di pasaran, adapula performa mingguan atau bulanan toko Anda. Jika kita sudah ketahui, maka segera diperbaiki.

Setelah mengetahui cara menjadi reseller, Anda dapat menjadi salah satu produk Cressindo Kusuma. Produknya terdiri dari body lotion, serum wajah, lip cream, dan masih banyak lainnya. Anda dapat mengujungi halaman ini